First post which has
no major spoiler in it. Aha!
Perhatian, tulisan ini sama seperti tulisan saya sebelumnya.
SUBJEKTIF. Ada pun saya menulis ini berdasarkan hasil pemikiran saya dengan
memperhatikan sikap para ahli terhadap kasus ini.
***
Seperti yang sudah saya tuliskan dengan ringkas sebelumnya,
Kurono Kei adalah gambaran pemuda Jepang dewasa ini. Ia harus menjadi dewasa
dan lebih berpikir kritis agar dapat bertahan hidup melawan alien (personifikasi
dari ancaman luar Jepang). Beda dengan dalam komik Me-Teru no Kimochi, Hiroya
Oku lebih gamblang memaparkan kasus yang ada di Jepang tanpa malu-malu.
Shintaro bisa dikatakan sampah masyarakat. No doubt. Namun sayangnya, sampah
masyarakat itu tidak bisa dibinasakan seenak udel kita. Sebagai bangsa yang
beradab, tentu ada tahapan-tahapan tertentu yang wajib dilakukan untuk
memberdayakan sampah-sampah masyarakat macam Shintaro itu.
Dan seperti pembahasan singkat saya sebelumnya, cara yang
dilakukan sang ibu angkat, Haruka, adalah cara yang teramat salah dan imoral.
Masih ada cara lain yang lebih beradab, manusiawi dan mulia, ketimbang
mempersembahkan kemolekan tubuh wanita kepada sampah masyarakat (Shintaro) itu.
Let’s talk about them a bit.
Sebelumnya, mari mengidentifikasi permasalahannya. Dalam
psikologi, dapat dikaji beberapa penyebab hikikomori.
Tapi, satu hal yang bagi saya sangat menonjol dan hampir terdapat pada
semua penderita hikikomori; mereka
membutuhkan “pengakuan” dari orang lain.
Rata-rata, yang mengalami fase hikikomori adalah remaja, dimana ego mereka sedang
tinggi-tingginya. Mereka tertekan oleh keadaan dimana ia merasa tidak
dibutuhkan, tidak diakui sebagai individu yang berpotensial, tidak dianggap
selayaknya orang-orang disekitarnya, sehingga ia akan menarik diri
perlahan-lahan dari masyarakat. Pada akhirnya, proses pelarian diri itu
dinikmatinya dan membuatnya merasa sangat nyaman dalam kamar/rumahnya sendiri,
tanpa mempedulikan bagaimana orang lain menanggapi perilakunya.
Um, yes. They usually
think the world revolves around them. Even though they deny this concept with
their heart, their mind keep refusing to except the cruel fact: they are not actually
needed.
Tunggu sebentar. Memang terdengarnya kejam. Tapi, bagi saya
pun, dunia ini tidak membutuhkan saya. I,
to become someone that matter to the world, have to have a set of QUALITIES
that I could offer to them. Yah, logika saja, apakah suatu barang yang tak
memiliki harganya akan anda simpan hingga waktu yang lama? Kecuali anda seorang
kolektor barang tak berguna, anda tak mungkin melakukannya.
So, we already got the
answer: Become someone that matters, that needed by someone or everyone, that
could contribute something—even if it was something trivial—to the world. Make
changes, don’t just hope for it.
Mengutip dari sabda Rasulullah Shallallau ‘alaihi wasallam,
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw
bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang
yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat
bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan
berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan
amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang
yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan
amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam
diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi
utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama
seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada
aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan
barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya
dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya
maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan
barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan
sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada
hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)
Melihat dari ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
tersebut dapat menjelaskan kedudukan seorang insan yang sukses dan bagaimana
caranya—dapat berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Jadi, memang obat dari
seorang hikikomori bukanlah (maaf)
selangkangan dan payudara wanita, seperti yang ditampakkan dalam komik Me-Teru
no Kimochi, tapi adalah sebuah penataan hati dan kesadaran jiwa bahwa bila ia
ingin dicintai, maka dia harus berbuat ramah kepada orang lain (seburuk apa pun
perilakunya padamu) dan memiliki manfaat bagi orang lain.
It’s simple really. Suatu
hal yang menghambat hikikomori untuk
berubah adalah sikap mereka yang masih nyaman pada kesengsaraan. Padahal, Allah
sebagai Tuhan Yang Maha Adil sudah menentukan bahwa tak akan berubah nasib
seseorang, sebelum ia sendiri yang berusaha untuk mengubahnya.
Wallahua’lam.
Sumber:


No comments:
Post a Comment