Sunday, January 15, 2017

Gantz: Konsep Tuhan yang Dipaksakan

Spoiler alert. Duh.

Sebagai seorang muslim yang membaca Gantz, satu hal yang berkesan pada diri saya adalah konsep Tuhan dalam komik itu. Kesan yang tidak baik tentunya. Sebelum memulai, mari kita telaah sejenak cerita komik ini secara keseluruhan.

Kisah Gantz ini berpusat pada dua tokoh utama, Kurono Kei dan sahabatnya Kato Masaru. Inti dari ceritanya adalah struggle mereka dan kawan-kawannya dalam bertahan hidup melawan serangan alien ke bumi. Alasan mereka bertarung ini pun dipaksakan. Let’s just say they got in a contract but didn't even get to choose to deny. I gotta to admit, saya menikmati membaca Gantz hingga arc terakhir, until a bad plot twist ruined my reading experience…

Beberapa bab atau puluh bab sebelum kisah Gantz ditutup (saya lupa), muncul mahluk konyol ini.

KATANYA sih, dia adalah “Tuhan”. Ya, Tuhan dalam komik tersebut ternyata adalah alien.




A freaking alien. Wow. Can you believe that?!

Saya sangat memahami bahwa orang-orang Jepang dewasa ini mayoritas masih skeptis terhadap konsep Tuhan yang diyakini umat beragama di Indonesia, khususnya agama Islam. Tapi, gak harus kayak gini juga, keles…!

Oku Hiroya boleh menggambarkan situasi mustahil yang dapat membuat manusia merasa hopeless, membunuh karakter utama maupun karakter figuran seenak udelnya, menampakkan kesadisan, kebengisan, kebiadaban alien maupun dari manusianya sendiri (ya, dalam komik tersebut ada beberapa karakter yang jauh lebih brengsek dari aliennya). But, please, drop this ‘I am God’ business! It is ridiculous!

Tapi, semuanya bukan berarti tidak ada maksud. Oku Hiroya kemudian menggunakan konsep ‘Aku (alien) adalah Tuhan’ untuk menampakkan bagaimana (maaf) bajingannya “seorang” tuhan. Bagaimana tidak? Melihat para manusia yang berusaha mati-matian mempertahankan diri, berdoa dan memohon kepada sang “tuhan” agar mereka mendapat keselamatan, he just like, “Gue udah kasih lu teknologi buat ngelawan mereka, jangan manja, usaha sendiri sono.”

Selanjutnya, Oku Hiroya berhasil menggenapkan konsep hidup yang sudah ditanamkan sejak awal komiknya, “Kita hanya dapat mengandalkan diri sendiri dan orang-orang yang bersama kita. There's no god (who can help us). We are on our own, literally.

Bercermin dari konsep ini, mungkin inilah salah satu alasan tingginya angka bunuh diri Jepang di dunia (23,1 per 100.000 penduduk). Ketika seseorang sudah tidak bisa mengandalkan diri sendiri dan orang-orang terdekatnya, didorong oleh rasa malu hebat, mereka memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, berharap penderitaan mereka berakhir.

Not trying to judge, but these concept have to stop. Stop mengandalkan diri sendiri, sebab kuasa Tuhan itu nyata. Tuhan itu ada. RahmatNya itu fakta. Hanya saja, masih banyak yang tidak mengetahui. Knowing this, it broke my heart. Seriously.

Wallahua’lam.

Sumber:

Angka Bunuh Diri Dunia 2016

Tuhan di Gantz

No comments:

Post a Comment