Kembali dalam tulisan saya mengenai komik Gantz karya Oku Hiroya. Kali ini saya mencoba mengkritisi secara subjektif konsep utama komik Gantz—hidup, mati, copy dan transfer.
Menjadi pahlawan pembasmi alien, bukanlah pekerjaan yang mudah. Penuh bahaya dan resiko, salah satunya kematian. Dalam komik Gantz, kematian sudah seperti makan dan minum sehari-hari—hal biasa, tak perlu dibesar-besarkan. Kurono Kei dan Kato Masaru, sebagai karakter utama saja pernah mengalami kematian. Walau mereka mati, mereka dapat “dihidupkan” kembali dengan beberapa persyaratan tertentu.
Now, here’s the thing.
Membaca Gantz sejak awal bab sampai akhir cerita, pastinya, pembaca mencoba menerka bagaimana bisa seorang yang mati dihidupkan kembali, manusia dapat berpindah tempat layaknya data pada mesin fax, dan keunikan konsep lainnya pada komik ini. Sampai pada akhirnya pembaca diperkenalkan pada karakter “tuhan” and boom, another plot twist.
Ternyata, manusia tak lebih dari sekedar kumpulan data digital yang dapat direkayasa menggunakan teknologi tertentu. Mind blown.
Well, actually, I had seen it coming from miles away. Memang banyak sekali petunjuk yang tersebar dari awal kisah sampai pada akhirnya dikuatkan oleh pernyataan karakter “tuhan” ini, bahwa tidak mungkin manusia dapat hidup dan mati semudah itu. Dikirim dari satu tempat ke tempat layaknya mesin fax. Yes, it is pretty obvious to me. But…you know, suatu hal yang tak logis tetap akan menjadi hal yang tidak masuk akal. Dan bagi saya pribadi, sebagai pembaca setia Gantz, konsep ini meninggalkan impresi yang buruk. Like the picture down here.
Dihidupkan hanya untuk dimatikan? You're playing a dangerous game there, Hiroya-san. Are you actually think your imagination can compete the Almighty of Allah...?
Lebih baik, meninggalkan penjelasan kenapa manusia dapat hidup dan mati layaknya proses transfer dan copy data. Contoh, seperti kebanyakan cerita horor zombie, dimana pada beberapa kisahnya, alasan terjadinya insiden zombie tidak dijelaskan secara jelas, bahkan ada yang menggunakan konsep, “They’re just there, out of nowhere.” Bagi saya, meninggalkan konsep “tiap mahluk hidup hanyalah sekumpulan data digital yang dapat dimanipulasi” dan membiarkan pembaca menggunakan imajinasinya masing-masing untuk menyimpulkan kenapa manusia dapat hidup dan mati dengan mudahnya, adalah hal yang JAUH lebih baik dan lebih masuk akal.
Saya yakin, pasti ada banyak orang di luar sana yang tidak setuju dengan pandangan ini. Tapi, hei, ini adalah kritikan subjektif. Saya hargai mereka yang menikmati Gantz secara keseluruhan, jadi mohon hargai saya yang tidak menikmati Gantz secara mutlak.
Wallahua'lam.




No comments:
Post a Comment